Minggu, 04 Desember 2011

To Be Expert Camp (Day 1)

Pertama dan satu - satunya bootcamp CCIE di Indonesia yang ditujukan untuk kemajuan bangsa, hanya keberkahan ALLAH yang tidak berhenti2 selama ilmunya masih digunakan dan berguna kepada yang menyelenggarakannya..AMIN..

Target dan target dan target, itu yang harus saya tentukan mulai sekarang. karena rasanya harus ada target khusus untuk ini agar cita2 terwujud yaitu to be Expert pastinya.

Hari pertama (Day 1) Frame Relay :



Frame Relay Inverse-ARP
Yaitu merupakan bentuk ARP dalam metode circuit di frame relay, Seperti yang kita ketahui Frame-relay adalah NBMA (Network Broadcast Multi Access)
Ada 2 mode type network :
1. Multipoint
2. Point-to-point
Default interface untuk FR adalah Multipoint, jadi diperlukan Layer 3 ke Layer 2 (DLCI)
Ada 2 cara yaitu :
• Dynamic Maping dengan Inverse ARP
• Static Mapping dengan perintah frame-relay map
Keduanya nanti akan dibahas. Frame relay membutuhkan framerelay switching:
Di topology di atas saya menggunakan frame relay switch yang sudah ada di GNS.
Berikut Konfigurasinya :

Frame Relay Inverse-ARP



Frame-relay Switch untuk topology ini:


Interface untuk R1 s0/0


Interface Untuk R2 s0/0, dan show frame relay map terlihat sudah active untuk dlci 201 di R2.


Kita lihat untuk R1 status frame-relay mapnya


Kita lihat untuk R2 status frame-relay mapnya


Test ping dari R1


Tetapi jangan lupa untuk mengaktive kan Frame relay Swithcing di Frame relay Switch



Lihat LMI untuk R1










Frame Relay Static Mapping















Frame-relay Multipoint Subinterface : Inverse-ARP












Frame Relay Multipoint Subinterface - Static Mapping + Inverse ARP















Frame Relay Poin to point Subinterface















Frame Relay [Point to Point Subinterface + Main Interface: Inverse ARP]














Frame Relay [Point to Point Subinterface + Main Interface: Static Mapping]

















Frame Relay Bridging















Frame Relay Multilink PPP






Berikut saya tambahkan postingan untuk Frame-relay yang mungkin bisa menjadi pedoman juga:







RIP


Merupakan dynamic protocol yang masuk kategori distance vector, perhitungan best path dengan membandingkan metric hop count sepanjang jalur sampai ke tujuan.

Untuk menghindari loop dalam distance vector digunakan 2 metode yaitu:

1. Route Poisoning

Route Poisoning atau meracuni rute, digunakan protokol distance vector untuk mengatasi routing loop dan memberikan informasi secara detail ketika sebuah subnet atau jaringan tidak dapat diakses. diset ke 16.


Untuk mencegah update yang tidak konsisten adalah route poisoning. Ketika Network 5 dows, Router E akan menset distance yaitu 16 untuk Network 5 untuk meracuni route. Ini memberitahu bahwa jaringan tidak dapat dicapai.

2. split-horizon

Routing loop terjadi ketika informasi yang tidak benar dikirimkan kembali ke sebuah router. Split horizon mengurangi informasi routing yang tidak benar dan pembebanan routing atau juga dapat dibilang Jika routing yang di adv oleh interface diterima kembali oleh interface yg mengadv.





Jika informasi tentang Network 1 datang dari router A, maka router B dan D tidak boleh menginformasikan tentang Network 1 ke router A.

Trigerred Updates

Router membuat triggered update untuk memberitahukan perubahan kepada neighboor mereka. Ketika sebuah route gagal, sebuah update dikirim secepatnya. Trigered update, digunakan bersamaan dengan route poisoning, memastikan bahwa semua router mengetahui tentang kegagalan route sebelum holddown timer habis.

Holddown Timers

Ketika sebuah router menerima sebuah update dari tetangganya, yang mengindikasikan bahwa jaringan yang sebelumnya dapat diakses saat ini tidak lagi dapat diakses, router menandai route sebagai yang tidak dapat diakses dan memulai holddows timer.

Beda RIPv1 dengan RIPv2 :

RIP telah berevolusi dari tahun ke tahun dari sebuah Classful Routing Protocol, RIP Versi 1 (RIP v1), ke sebuah Classless Routing Protocol, RIP Versi 2 (RIP v2). Bedanya sebagai berikut :

1. Kemampuan untuk membawa paket tambahan informasi routing
2. Mekanisme authentikasi ke update tabel yang aman
3. Dukungan terhadap variable-length subnet mask (VLSM)
4. Multicast update di Versi 2

RIP default Balancing

RIP menawarkan kemampuan load balancing misalnya jika ada beberapa jalur memiliki metric yang sama. RIP langsung melakukan round robin load balancing.

Format RIP dapat kita lihat pada gambar di bawah:





Dapat kita lihat RIP format message itu terdapat banyak format pesan , versi ripnya dan mampu membawa 25 routing table saja. Routing entry yang lain termasuk address family identifier, ip address yang mampu di reach oleh router dan tentu saja hop count. Jika router harus mengirim lebih dari 25 route entri, maka multiple RIP messages harus di lakukan.

Command akan selalu di set ke 1 untuk significan Request message atau 2 untuk signifikan Respone message, sebenarnya ada message yang lain tapi hampir tidak digunakan untuk penggunaan sehari - hari.

Version akan di set sesuai yang diinginkan 1 untuk RIPv1 dan 2 untuk RIPv2.

Address Family selalu diset 2 untuk IP.

IP Address adalah ip destination route, dapat berupa host route, network utama, atau subnet (lihat di sh ip route rip). Untuk "Classful Routing" akan berbeda sesuai karakter masing2.

Metric is adalah hop count yang merupakan metric dari RIP yaitu antara 1 sampai 16.(16 Unreachable)


Berikut topology pertama jika ingin mungulang setting rip,



















RIP Unicast Update















RIP Authentication

















RIP Distance RIP (Poison reverse manual untuk yang prefix yg diinginkan)












RIP Offset-list












RIP distribute list













RIP Manual Summarisasi























RIP Default-Information Originate















Berikut Video jika ingin mencari tau tentang RIP :

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=setting%20rip%20distance%20vector&source=web&cd=7&ved=0CFMQtwIwBg&url=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D_SxlpxqIs-s&ei=B0DoTuqkA4fzrQf1_M2fBw&usg=AFQjCNFYpxmxUvzjOPm9v1JsGSoovC0ARQ&sig2=_ttiaRmFQtet7RG5-0NJCA

Selasa, 01 November 2011

Frame Relay

Point To Point Frame Relay :



Berikut ada flash back kembali Frame Relay:

Di R1 :

int s0/0
no shut
encapsulate frame-relay

int s0/0.102 point-to-point
ip address 123.123.123.1 255.255.255.252
frame-relay interface-dlci 102

int s0/0.103 point-to-point
ip address 123.123.124.1 255.255.255.252
frame-relay interface-dlci 103




Di R2 :

int s0/0
no shut
encapsulation frame-relay
int s0/0.201 point-to-point
ip address 123.123.123.2 255.255.255.0
frame-relay interface-dlci 201

int s0/0.203
encapsulataion frame-relay
ip address 123.123.125.1 255.255.255.0
frame-relay interface-dlci 203

Di R3

int s0/0
no shut
encapsulate frame-relay
int s0/0.301 point-to-point
ip address 123.123.124.1 255.255.255.0
frame-relay interface-dlci 301

int s0/0.302 point-to-point
ip address 123.123.125.2 255.255.255.0
frame-relay interface-dlci 302



hukum2nya untuk non Broadcast :

1 . Frame-relay ospf non-broadcast dan Broadcast membutuhkan DR.
2 . Frame-relay ospf Non-broadcast mengirimkan unicast dengan perintah neighboor.
3 . Frame-relay ospf non-broadcast memiliki default hello 30 dan hold 4xhello = 120
4 . Frame-relay default type untuk interface Serial yaitu Non broadcast.

Untuk Point-to-Multipoint Broadcast :

1 .

CCIE Course :)

Lab 1. Frame Relay Inverse-ARP
> Lab 2. Frame Relay Static Mapping
> Lab 3. Frame Relay Multipoint Subinterface : Inverse-ARP
> Lab 4. Frame Relay Multipoint Subinterface – Static Mapping
> Lab 5. Frame Relay Multipoint Subinterface – Static Mapping + Inverse-ARP
> Lab 6. Frame Relay Point-to-Point Subinterface
> Lab 7. Frame Relay (Point-to-Point Subinterface + Main Interface:
> Inverse-ARP)
> Lab 8. Frame Relay (Point-to-Point Subinterface + Main Interface: Static
> Mapping)
> Lab 9. Frame Relay (Main Interface:Static Mapping + Multipoint
> subInterface: Static Mapping)
> Lab 10. Frame Relay Bridging
> Lab 11. Frame Relay End to End Keepalive
> Lab 12. Frame Relay – Multilink PPP
>
>
> Lab 1. RIP Authentication
> Lab 2. RIP Split Horizon
> Lab 3. RIP Summary Address
> Lab 4. RIP Convergence Timers
> Lab 5. RIP – Mindah Jalur - Offset List
> Lab 6. RIP – Filtering – Standard ACL
> Lab 7. RIP–Filtering–Administrative Distance
> Lab 8. RIP – Filtering – Offset List
> Lab 9. RIP – Unicast Update
> Lab 10. RIP – Broadcast Update
> Lab 11. RIP Default Route – Default Information Originate
> Lab 12. RIP Default Route – Redistribute Static Route
> Lab 13. RIP Redistribution – Static
> Lab 14. RIP Redistribution – Connected
> Lab 15. RIP Redistribution – EIGRP
> Lab 16. RIP Redistribution – OSPF
>
>
> Lab 1. EIGRP – Konfig Dasar
> Lab 2. EIGRP – Filtering – Distribute List
> Lab 3. EIGRP – Redistribute Static
> Lab 4. EIGRP – Redistribute RIP
> Lab 5. EIGRP – Redistribute OSPF
> Lab 6. EIGRP – Authentication
> Lab 7. EIGRP – Timer
> Lab 8. EIGRP – Summarization
> Lab 9. EIGRP – Unicast Update
> Lab 10. EIGRP – Mindah Jalur - Delay
> Lab 11. EIGRP – Mindah Jalur - Bandwidth
> Lab 12. EIGRP – Filtering - ACL
> Lab 13. EIGRP – Filtering - AD
> Lab 14. EIGRP – Mindah Jalur – Offset List
> Lab 15. EIGRP – Mindah Jalur – AD
> Lab 16. EIGRP – Equal Load Balancing
> Lab 17. EIGRP – Unequal Load Balancing
> Lab 18. EIGRP – Default Route – Summary Address
> Lab 19. EIGRP – Redistribution – Connected
> Lab 20. EIGRP – Redistribution – Static
> Lab 21. EIGRP – Redistribution – RIP
> Lab 22. EIGRP – Redistribution – OSPF
> Lab 23. EIGRP Default Route – Summary
> Lab 24. EIGRP Default Route – Static Route
> Lab 25. EIGRP Filtering – Prefix List
> Lab 26. EIGRP Filtering – Prefix List - Out
> Lab 27. EIGRP Stub (Connected + Summary)
> Lab 28. EIGRP Stub Connected
> Lab 29. EIGRP Stub Summary
> Lab 30. EIGRP Stub Static
>
> Lab 1. OSPF Virtual Link
> Lab 2. OSPF GRE Tunnel
> Lab 3. OSPF Standar Area
> Lab 4. OSPF Stub Area
> Lab 5. OSPF Totally Stub Area
> Lab 6. OSPF Not So Stubby Area
> Lab 7. OSPF Network Non Broadcast
> Lab 8. OSPF Network Broadcast
> Lab 9. OSPF Network Point-to-Point
> Lab 10. OSPF Network Point-to-Multipoint
> Lab 11. OSPF Network Point-to-Multipoint Non Broadcast
> Lab 12. OSPF Filtering – Distribute List
> Lab 13. OSPF Filtering – AD
> Lab 14. OSPF Sumarization – Area Range
> Lab 15. OSPF Sumarization–Summary Address
> Lab 16. OSPF Mindah Jalur
> Lab 17. OSPF Authentication
> Lab 18. OSPF Redistribution –Default Route
> Lab 19. OSPF Redistribution – Static
> Lab 20. OSPF Redistribution – Connected
> Lab 21. OSPF Redistribution – RIP
> Lab 22. OSPF Redistribution – EIGRP
>
> Lab 1. Mutual Redistribution
> Lab 2. Mutual Redistribution – 2 titik
> Lab 3. Mutual Redistribution – Route Tagging
>
> Lab 1. Dasar IPv6
> Lab 2. IPv6 Routing - Static
> Lab 3. IPv6 Routing – RIPnG
> Lab 4. IPv6 Routing – OSPFv3
> Lab 5. IPv6 Routing – EIGRP
> Lab 6. IPv6 Frame Relay
> Lab 7. IPv6 Tunnel IPv6IP
> Lab 8. IPv6 Tunnel GRE IP
> Lab 9. IPv6 Tunnel 6to4
> Lab 10. IPv6 Tunnel ISATAP
> Lab 11. IPv6 Tunnel Auto-Tunnel
>
>
> Lab 1 - Konfigurasi Dasar iBGP Peering
> Lab 2 – iBGP Peering - Loopback
> Lab 3 – eBGP Peering
> Lab 4 – eBGP Peering – Loopback – eBGP Multihop
> Lab 5 – BGP Next-Hop-Self
> Lab 6 – BGP Authentication
> Lab 7 – BGP Route Reflector
> Lab 8 – BGP Confederation
> Lab 9 – BGP Attribute (weight)
> Lab 10 – BGP Attribute (MED)
> Lab 11 – BGP Mindah Jalur - MED
> Lab 12 – BGP Mindah Jalur – AS Path
> Lab 13 – BGP Mindah Jalur – Weight
> Lab 14 – BGP Mindah Jalur - Local Preference
> Lab 15 – BGP Multihoming – ISP Sama
> Lab 16 – BGP Multihoming – ISP Berbeda
> Lab 17 - BGP Backdoor
> Lab 18 - BGP Redundant/Cluster RR
> Lab 19 - BGP Community
> Lab 20 - BGP Regexp
> Lab 21 - BGP Dampening
> Lab 22 - BGP Soft-reconfiguration
> Lab 23 - BGP Conditional Route
> Lab 24 - BGP VRF Lite
> Lab 25 - BGP Local AS
> Lab 25 - BGP TImers
> Lab 26 - BGP Aggregation
> Lab 27 - BGP Filtering
>
> Lab 1 – MPLS Backbone
> Lab 2 – MPLS VPN
> Lab 3 – MPLS VPN – PE CE Static Routing
> Lab 4 – MPLS VPN – PE CE RIP Routing
> Lab 5 – MPLS VPN – PE CE EIGRP Routing
> Lab 6 – MPLS VPN – PE CE BGP Routing
> Lab 7 – MPLS VPN – PE CE OSPF Routing
> Lab 8 – MPLS VPN – PE CE OSPF - Shamlink
> Lab 9 – MPLS VPN – AToM – Frame Relay
> Lab 10 – MPLS VPN – AToM – VLAN Ethernet 1
> Lab 11 – MPLS VPN – AToM – VLAN Ethernet 2
> Lab 12 – MPLS VPN – AToM – Ethernet Dot1q
> Lab 13 – MPLS VPN – AToM – PPP
> lab 14 - Inter-AS MPLS VPN
>
> Lab 1 . Dense Mode
> Lab 2 . Sparse Mode
> Lab 3 . Sparse-Dense Mode – Auto RP 1
> Lab 4 . Sparse-Dense Mode – Auto RP 2
> Lab 5 . Sparse-Dense Mode – Auto RP–Multiple RP
> Lab 6 . Sparse Mode – Auto RP
> Lab 7 . Sparse Mode – BSR
> Lab 8 . IPv6 – Static RP
> Lab 9 . IPv6 – BSR
> lab 10. MSDP
>
> Lab 1. IP Precedence, DSCP
> Lab 2. Priority Queuing
> Lab 3. Custom Queuing
> Lab 4. CBWFQ
> Lab 5. LLQ
> Lab 6. Traffic Policing/Shapping
> Lab 7. Legacy Frame Relay Traffic Shaping
> Lab 8. MQC Frame Relay Traffic Shaping
> Lab 9. Legacy Commited Access Rate
> Lab 10. MQC Policing